kekerasan vs kekerasan
Untuk melawan kekerasan, harus dengan kelembutan. Kalau mau hasil yang baik tentunya.
Sulit untuk diterapkan, kadang2. Bahkan ketika sepupu saya yg masih kelas 5 sd membentak, rasanya saya ingin membentak lebih keras. Tapi hasilnya dia hanya mengetahui tentang kekerasan. Bahwa yang menang itu yang paling keras. Ujung2nya dia selalu berkeras2. Bukan hal baik bukan?
Perlu proses, tidak instan, sama seperti intan.
About this entry
You’re currently reading “kekerasan vs kekerasan,” an entry on Langkah Awal
- Telah Diterbitkan:
- Agustus 15, 2010 / 5:54 pm
- Kategori:
- curhat, self improvement
- Kaitkata:
No comments yet
Langsung ke formulir komentar | comment rss [?] | trackback uri [?]